
Bagian yang paling penting dari Emo Lifestyle adalah musik!!!!
Emo musik telah ada bertahun-tahun tetapi hanya beberapa tahun terakhir ini emo musik menjadi cukup terkenal. Dalam kira-kira sepuluh tahun yang lalu emo musik bercabang dari akarnya yaitu post-hardcore menjadi emo musik yang sekarang. Banyak emo jaman sekarang tidak tau bahwa emo merupakan musik turunan dari post-hardcore/hardcore punk.
Emo musik dideskripsikan tentang perasaan kita dan bagaimana mengeskpresikannya. Itu ditunjukkan dengan emo band yang bernyanyi dengan scream, tentang berbagai permasalahan yang ada di dalam hidup mereka. Vokal dengan scream ini biasanya dilatar belakangi oleh suara gitar yang agresif dan ketukan drum yang berat, ini mengingatkan akar dari emo musik itu sendiri yaitu post-hardcore. Emo sebagai genre musik telah melembek setelah beberapa tahun sejak kemunculannya dan sekarang telah kehilangan identitas rocknya dengan lyric yang emosional.
Emo beberapa saat setelah kemunculannya dan deskripsi emo yang umum / style
Sejarah emo adalah sesuatu yang masih ambigu dari arti yang sebenarnya. Sejarah emo music masih dalam perdebatan hingga kini.
Emo lahir di pertengahan 1980, sebagai musik turunan dari hardcore punk yang bertempatkan di Washington, D.C. istilah emo sendiri berasal dari kata “emotional hardcore.” Kebanyakan berpendapat emo genre dimulai tahun 1984, ketika band rites of spring mulai muncul di Washington, D.C.
Band ini dan band emo pertama lainnya seperti Embrace(Ian Mackaye, Minor Threat) menghilangkan image harcore punk rock mereka dengan menambahkan intuisi extrim yang menekankan pada emosi yang keras. Dengan beat drum punk dan distorsi gitar yang berat vocal yang melodic, dan suara yang dinamic antara keras/lembut. vocal menjadi dramatic dan saat lagu mencapai klimaks biasanya vocal akan mengeluarkan scream, growl, atau desahan. Emo band ini berubah dari lagu yang penuh kemarahan tentang pemberontakan ke lagu tentang perasaan hati, seperti kesedihan, cinta dan kesedihan di dalam lyric mereka.
Musik menjadi lebih dramatic, membawa pendengarnya mengikuti alur yang naik dan turun dengan lyric yang constan merefleksikan pada patah hati dan kesedihan. Pada saal itu merupakan suatu hal megejutkan bahwa band seperti Rites of spring membuat lyric yang emosional, dan mengekspos diri mereka dan perasaan mereka.
Memakai suara yang kencang dan lembut, merefleksikan mood penyanyinya berubah antara patah hati, kemarahan, dan kebingungan adalah mungkin perbedaan antara emo dan tradisional punk musik. sebelum emo, hampir semua musik punk menggunakan suara yang konstan dibalut dengan rhythm guitar. Emo lebih sering memotong rhythym gitarnya secara tiba-tiba, lebih mengutamakan beat yang tidak beraturan dibalut dengan melody yang variatif.
Setelah pengenalan Rites of spring di Washington, D.C. underground scene, emo menjadi semakin diterima dan banyak yang mengcopy image emo. Musim panas pada tahun 1985 yang disebut “Revolusi musim panas” ketika musik new wave dengan tempo rock, berbasiskan melody band tampil di DC punk scene dengan bermacam-macam suara rock.
Setelah Rites of spring, bands selanjutnya yang membuat dampak besar terhadap emo adalah Moss icon yang menggabungkan lyric patah hati dengan energi punk yang tradisional. Moss icon memotong elemen emo kepada intinya dan menambahkan gitar melodi dengan fokus pada suara dinamic yang lembut/keras. Vokalnya membuat gebrakan baru dengan Screaman yang panjang pada klimak lagu lagu.
Awal Screamo
Pada akhirnya, emo membuat beberapa band menjadi lebih bereksperimen di dalam lagu yang mereka tulis. Dengan penyebaran emo keluar dari DC , banyak hardcore punk scene mengadopsi emo.
Di San diego, band seperti Drive like jehu, Saetia, dan The swing kids menjadi lebih agresif dari emo, yang kemudian disebut “Screamo”. bagaimanapun semua emo mempunyai hal yang penting yaitu mengekspresikan diri sendiri.
Emo second Wave(Indie Emo) Ke Emo Zaman Sekarang
Pada tahun 1987, Mckaye dan Rits frontman Guy Picittio menampilkan fugazzi. Fugazzi inilah yang meginspirasikan Emo second wave.
Emo wave yang pertama mulai muncul setelah pergerakan emo memisahkan diri dari akar hardcorenya. pada awal ‘90an, sebuah band melodic punk baru seperti Jawbreaker dan smiam mulai untuk memasukkan emo ke musik mereka.
Pada pertengahan 90an, emo mulai merefleksikan indie scene yang terinflues oleh Fugazzi. band-band seperti ‘texas is the reason’ dan band seattle ‘Sunny day Real Estate’ memperkenalkan emo dengan gaya indie rock, lebih halus daripada pendahulunya.
Seiring perjalanannya major record industri mulai memperhatikan. Sampai saat ini Emo mulai mendapatkan berbagai macam definisi tentang emo, dengan celah kontradiksi dan banyak terdapat kebingungan.
Screamo of Today
Bagaimanapun, “Emo” tidak hanya dideskripsikan oleh penjelasan diatas. Banyak sekali band-band baru yang telah memiliki musik yang lebih dinamik dan lebih luas, dengan lebih fokus ke vokal yang dinamik dan dramatik. Band-band ini sering menyebut dirinya sebagai “Screamo”. Screamo adalah sub genre dari Emo, Screamo adalah pilihan musik yang sama sekali baru untuk subcultur yang baru yang dikenal dengan “scene”. Semuanya memang membingungkan!
Banyak band-band baru yang mengkombinasikan suara screamo yang dinamik dengan post emo yang lembut dan menambahkan elemen lain.
Emo Musik sebagai sebuah bentuk telah mendominasi musik sekarang. Rock scene yang sekarang telah banyak mengambil unsur emo keadalam musik mereka. Mengingat, bahkan di masa lalu, istilah emo telah digunakan untuk mengidentifikasikan variasi band yang luas. Istilah “Emo” mulai ditinggalkan karena genre musik sudah tidak spesifik lagi. Emo Lifestyle & Culture
Emo bukan hanya bagaimana cara kamu bergaya tetapi emo adalah suatu lifestyle. Lifestyle itu ditunjukkan dalam sepatu, baju, gaya rambut, accesories dan yang paling penting – dalam hal musik.
Masyarakat cenderung memilih attitude dari musik yang mereka dengarkan walaupun terkadang, mereka tidak mengakuinya. Ini disebabkan karena banyak orang tidak bisa memisahkan diri mereka dari ide-ide yang mereka ekspresikan. Musik pada dasarnya berbeda dari seni pertunjukkan lain karena musik menunjukkan jiwa kita yang mata tidak bisa tunjukkan.
Menjadi emo adalah salah satu cara masyarakat bisa mengekspresikan diri mereka sendiri, sama seperti gaya indie lain, yang berbeda hanyalah musiknya. Pada akhirnya, masyarakatlah yang memutuskan musik mana yang mereka pilih-mereka hanyalah bagian dari lifestyle yang bersifat menantang dan cenderung tidak bisa menerima-yang kebanyakan anak muda tenggelam didalamnya.
Seperti apa Emo itu ?
Pertama-tama, menilai seseorang itu emo hanya dari gaya rambut mereka adalah cara yang salah, sama seperti kita menjudge seseorang itu gothic hanya karena mereka memakai baju hitam. Lifestyle emo adalah unik, apabila kita melihat style emo kita bisa merasakan emosi yang mereka rasakan, tetapi emosi yang tersimpan di dalam mereka kadang tidak bisa dimengerti oleh orang lain.
Ketika menunjukkan attitude kepada seseorang, kebanyakan mendefinisikan emo seperti ini: sensitif, pemalu, diam, sedih, introverted, muram, mengasihani diri sendiri dan misterius. Depresi dan Broken hearted seringkali juga mendefinisikan mereka. Emo merasa lingkungan tidak bisa menerima mereka, mereka orang buangan dan tidak ada yang mengerti mereka.
Emo adalah bagaimana kamu mengekspresikan emosi kamu. Emosi seperti marah, sedih, gembira, senang, kecewa sering kali diekspresikan ke musik. Sebagai contoh banyak band-band emo yang menuliskan liric tentang cinta yang tak berbalas, dan hubungan yang bermasalah.
Pada akhirnya scene emo lebih dari hanya sekedar gaya. Dengan kata lain, hanya karena ada orang bergaya emo maka belum tentu dia disebut emo. Hal ini sering terjadi, karena lifestlye emo sekarang sedang menjadi trend, suatu hal yang cukup aneh mengingat emo adalah lifestyle orang terbuang. jadi apabila ada orang bergaya emo tetapi tidak mendengarkan dan memahami culture dari emo itu sendiri, maka sudah pasti bukan emo, tetapi kami menyebutnya poser, yaitu orang yang hanya bisa meniru saja.
Apa yang emo suka lakukan?
Emo kids suka melakukan hal yang sama seperti remaja lainnya: berteman, mencintai & dicintai, tersenyum & menangis, pergi ke bioskop dan konser. Emo memperlakukan dunia dengan cara yang lebih emotional.
Biasanya, emo suka mengekspresikan perasaan mereka dengan menulis puisi dan lirik lagu tentang keputusasaan mereka, kesendirian mereka, kebimbangan; semuanya karena dunia gagal untuk mengrti mereka.
Emo juga suka pergi ke gigs dan berkumpul bersama online komunitas seperti Myspace. Dalam fakta kau akan terkejut bahwa kau bisa menemukan begitu banyak komunitas emo di internet, Seperti contoh, Myspace.
Emo juga suka mengekspresikan diri mereka dalam cara yang sulit untuk dimengerti. Seperti, menggambar mata yang nangis berdarah, atau hati yang dipegang yang ingin diberikan ke orang yang dicintainya hanya untuk menunjukkan seberapa cintanya. Dengan cara itu, emo ingin berkata: “Mungkin dengan cara ini kau akan mendengarkanku.”
Emo pada dasarnya genre yang popular dengan banyak element yang menarik dan bisa membantu seseorang menemukan teman dimana orang tersebut tidak diterima dimana-mana. Emo subculture adalah tempat dimana banyak anak remaja berbagi ekspresi mereka tentang dunia dan mengekspresikan kehidupan melalui musik.
Kritik
Di tahun-tahun pertama emo musik muncul, emo music dan emo subculture telah menghasilkan beberapa kritik. Kritik itu mengatakan bahwa emo terlalu emotional dan melodramatik.
Kritik itu juga mengatakan karena emo berpikir kalau hidup mereka terlalu tragis adalah hal yang menggelikan.
Mereka mengatakan bahwa emo merasakan keterbuangan, kesedihan, keputusasaan padahal emo seringkali hidup di dalam kehidupan yang indah.
Beberapa kritik itu juga mengatakan emo seharusnya memperbaiki hidup mereka, mengusir kegelapan dan mulai melihat cahaya.
Emo scene telah dicap sebagai karakter yang menggelikan dan akan terbuang dan terlupakan di masa depan.
Tentang kecenderungan melukai diri sendiri, Depresi, dan Bunuh diri
Emo culture sering kali diidentikan dengan kecenderungan melukai diri sendiri oleh media.
Banyak orang berpendapat bahwa emo musik selalu menyanyikan lagu tentang kecenderungan tersebut. Beberapa band memang mempunyai lyric lagu seperti itu, tetapi kebanyakan lyric emo yang sering dibuat bertemakan patah hati, bukan bunuh diri dan kecenderungan untuk melukai diri sendiri.
Emo kids mungkin memang sering depresi tetapi mengatakan mereka memiliki kecenderungan itu, adalah salah besar. Emo kids tidak selalu depresi setiap waktu, dan mereka membenci bunuh diri. Sebenarnya, kecenderungan untuk melukai diri sendiri, depresi, dan bunuh diri sudah ada sebelum emo ada. Orang lain yang bukan emo sering kali juga merasa depresi, namun mereka mengekspresikannya dengan cara lain. Beda dengan emo yang mengspresikannya lewat musik.
Pada akhirnya, emo lebih dari hanya sekedar gaya atau musik. Tetapi emo melampaui itu semua. Emo adalah bagaimana kita mengekspresikan emosi kita seperti kekecewaan, kemarahan, kesedihan, keputusasaan, melalui musik dan gaya hidup kita. Oke ini dia, 10 lagu Emo yang kalo gw lg sedih pasti gw dengerin :
1. Alesana – Apology(buat lw yg bingung sama hubungan lw/keegoisan ce lw)
2. Killing Me Inside – The Tormented(buat lw yg diputusin sama ce lw)
3. The old curse of the dead – Pretty Poems & Wonderfull Lyrics(buat lw yang diduain sama ce lw)
4. Bless The Fall – Wait For Tomorrow(buat lw yang masih menunggu harapan)
5. Alesana – Phatetic Ordinary(buat lw yang lg ngejar ce)
6. Killing Me Inside – Suicide Phenomena(buat lw yang udah hopeless banget)
7. Thirteen – Grandma’s Farewell Party(buat lw yang pengen gila2an)
8. Chiodos – There’s No Penguin In Alaska
9. Paramore - My Heart(buat lw yang nyesel udah mutusin ce lw n pgn balikan lag)
10. Looking For Better Tomorrow – Leave The Habbit(niy lagu ajiip banget cuy, yang mau dengerin kontak gw yah)
Kalo Saosin sekarang udah bukan emo lagi, karena unsur musiknya dia itu udah cenderung ke alternatif, munkin dulu pas Saosin masih sama Anthony green(yang masih bawain Seven years, I can tell, 3rd Measureament) dia masih beraliran Emo. lagu2 mereka kaya Seven years dulu udah jadi lagu wajib. gw masih inget pas mereka masih booming band2 cupu gitu pada bawain lagu mereka di gigs2 emo. Mereka itu udah kaya pengenal emo di indonesia, sama kaya band2 emo lokal dulu banget kaya Side project, Friends of mine, Seems like yesterday.
Kalo Dashboard confessional, media2 kapitalis kaya Gadis, Hai, Mtv itu menyebut Dashboard beraliran Post emo, yaitu aliran emo yang kebanyakan mainin akustik. Tapi, menurut komunitas emo, mereka itu bukan emo, soalnya mereka sendiri juga ga mengakui kalau dia itu mengusung emo. Media2 kapitalis kaya yang gw sebutin tadi banyak banget salah nyebutin band2 kaya Fall out boy, Panic at the disco, All american reject itu sebagai emo, padahal bukan. Karena emo itu sendiri pada dasarnya menolak kapitalisme, karena emo itu musik turunan dari komunitas punk. So, jangan langsung percaya kalo Mtv bilang suatu band itu beraliran emo, bisa2 lw jadi false emo.
Yang udah bosen ama lagu2 emo di kompi lw yang uda lama, trus males buat ngopi ama temen,lw bisa ke link ini aja…..
http://www.punkride.co.nr/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar